Rupiah Kamis Sore Melemah, Pasar Pantau Jumlah Utang RI

Ilustrasi rupiah terhadap dolar AS di sebuah money changer (antarafoto)

Editor: Yoyok - Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada akhir transaksi hari ini, Kamis (4/8) sore, ditutup melemah 21 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.932 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.911 per dolar AS.

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, nilai tukar mata uang rupee India juga melemah 0,72 persen, yen Jepang terkoreksi 0,22 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,05 persen.

Sementara dolar Hong Kong stagnan, dolar Singapura naik 0,08 persen, dolar Taiwan naik 0,04 persen, krown Korea naik 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,23 persen, yuan China naik 0,04 persen, dan baht Thailand melonjak 0,55 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah hari ini disebabkan dolar AS naik terhadap mata uang lainnya setelah data menunjukkan kenaikan mengejutkan di industri jasa AS pada bulan Juli, sementara komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve pekan ini juga mendukung greenback.

Ibrahim mengungkapkan data yang dirilis Rabu menunjukkan industri jasa AS secara tak terduga meningkat pada Juli di tengah pertumbuhan pesanan yang kuat. “Data ini mendukung pandangan bahwa ekonomi tidak dalam resesi meskipun output merosot pada paruh pertama tahun ini,” katanya.

Baca Juga: Rupiah Kamis Sore Melemah, Pasar Pantau Jumlah Utang RI
Rupiah Selasa Pagi Menguat Jadi Rp14.961 per Dolar AS

Sedangkan sentimen dari dalam negeri, Ibrahim menyebut pasar terus memantau perkembangan utang Indonesia yang terus mengalami kenaikan walaupun Pemerintah memastikan utang negara sebesar Rp7.123 triliun dalam batas aman dan wajar. 

“Walaupun pemerintah memberikan sinyal aman terhadap utang pemerintah namun pelaku pasar sedikit goyah, karena kondisi pasar global yang terus tertekan akibat resesi teknikal di beberapa benua salah satunya AS dan Eropa serta ketegangan China dan Taiwan,” pungkas Ibrahim.

Video Terkait