Akhir Pekan Rupiah Perkasa Jadi Rp14.894 per Dolar AS

Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta (Antarafoto/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)

Editor: Yoyok - Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Rupiah menang melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada akhir pekan ini, Jumat (5/8) sore. Mata uang Garuda sejak pagi sudah perkasa hingga akhirnya ditutup menguat 39 poin atau 0,26 persen menjadi Rp14.894 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS.

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, sejumlah mata uang di kawasan Asia juga menang melawan dolar AS, kecuali yen Jepang anjlok 0,32 persen dan dolar Hong Kong stagnan. Sementara dolar Singapura naik 0,01 persen, dolar Taiwan menguat 0,20 persen, peso Filipina perkasa 0,73 persen.

Kemudian, rupee India menanjak 0,35 persen, yuan China naik 0,03 persen, ringgit Malaysia naik 0,03 persen, dan baht Thailand perkasa 0,87 persen,

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah, terjadi di saat dolar AS menguat. “Dolar mencoba untuk menutup beberapa kerugian besar dari sesi sebelumnya menjelang rilis laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang diawasi secara luas,” ujarnya.

Laporan pekerjaan AS yang akan diumumkan hari ini waktu setempat akan memberikan petunjuk tentang bagaimana perekonomian Amerika berjalan. Ekonom memperkirakan jumlah tenaga kerja nonfarm payrolls meningkat dari bulan lalu tapi melambat dalam pertumbuhan. Itu akan menandai ekspansi gaji ke-19 bulan berturut-turut tetapi akan menjadi peningkatan terkecil dalam rentang itu.

Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat minggu lalu, menunjukkan beberapa pelemahan di pasar tenaga kerja, dan laporan pekerjaan akan dipelajari dengan hati-hati untuk konfirmasi potensial.

Baca Juga: Akhir Pekan Rupiah Perkasa Jadi Rp14.894 per Dolar AS
Rupiah Kamis Sore Melemah, Pasar Pantau Jumlah Utang RI

Menurut Ibrahim pendinginan dalam pertumbuhan pekerjaan dapat mengurangi tekanan pada Fed untuk memberikan kenaikan suku bunga ketiga berturut-turut sebesar 75 basis poin pada pertemuan berikutnya di bulan September.

Sedangkan sentimen dari negeri, Ibrahim menyebut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal Kedua 2022 mencapai 5,44 persen (yoy) menjadi katalis positif bagi penguatan rupiah. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah,” pungkasnya.

Video Terkait