Ekonomi Cina Lesu, Indonesia Dibuat Was-was

Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RRT Xi Jinping. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 8 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Pertumbuhan Ekonomi Cina pada kuartal II-2022 hanya mampu tumbuh 0,4 persen (yoy) dari Produk Domestik Bruto (PDB). Lemahnya ekonomi Negeri Tirai Bambu ini membuat Pemerintah Indonesia was-was.

Maklum saja, hubungan ekonomi Indonesia-Cina cukup intens. Lantas Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengingatkan ekonomi Cina saat ini tengah loyo.

"Yang harus kita pantau juga adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi Tiongkok itu terkoreksi cukup dalam karena kita punya hubungan ekonomi yang cukup intens dengan Tiongkok," kata Febrio Kacaribu dalam Taklimat Media, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Febrio menjelaskan perkembangan ekonomi Cina itu sedikit banyak akan memengaruhi aktivitas ekonomi di Indonesia. Sehingga masyarakat di Tanah Air bisa melakukan antisipasi atau melakukan diversifikasi dari gejolak ekonomi yang terjadi di sana.

"Kita harus melihat bagaimana dampak dari perlambatan perekonomian Tiongkok ini terhadap aktivitas ekonomi ini Indonesia," kata dia.

Baca Juga: Ekonomi Cina Lesu, Indonesia Dibuat Was-was
Kenaikan Luar Biasa, Penerimaan Pajak RI Capai Rp705,82 T

"Dan juga bagaimana kita melakukan diversifikasi dari aktivitas ekonomi kita sehingga tidak hanya tergantung kepada Tiongkok," tambahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat ini memperluas jaringan ekspor produk ke India dan beberapa negara lainnya. Hal ini sebagai upaya mempertahankan kinerja ekspor ketika ekonomi di Cina terganggu.

"Kita perkuat ke India dan beberapa negara-negara lainnya," pungkasnya.

Video Terkait