Yang Huiyan, Wanita Kaya Se-Asia yang Jatuh Bangkrut karena Krisis Properti

Ilustrasi properti. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Wanita terkaya di Asia, Yang Huiyan, kehilangan lebih dari setengah kekayaannya selama setahun terakhir. Hal tersebut dikarenakan sektor real estat Cina diguncang krisis keuangan.

Mengutip South China Morning Post, Selasa (9/8/2022), Yang Huiyan adalah pemegang saham mayoritas di raksasa properti Cina, Country Garden. Kekayaanya bersihnya turun lebih dari 52 persen menjadi 11,3 miliar dolar AS dari 23,7 miliar dolar AS pada tahun lalu, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Yang Huiyan mendapat pukulan besar ketika saham yang terdaftar di Country Garden yang berbasis di Guangdong turun 15 persen. Perusahaan tersebut sebelumnya mengumumkan akan menjual saham baru untuk mendapatkan uang tunai.

Bagaimana Yang Huiyan Meraih Kekayaan?

Ayah Yang Huiyan yang merupakan pendiri Country Garden, Yang Guoqiang, mentransfer saham kepada Yang Huiyan pada 2005. Country Garden adalah perusahaan konstruksi yang fokus pada pengembangan properti, real estat, parkiran mobil, manajemen properti dan hotel, dan toko ritel.

Properti yang dibangun Country Garden tidak hanya di Cina dan Hong Kong, namun juga ada di Malaysia, seperti Danga Bay.

Berbeda dengan Yang Huiyan, Yang Guoqiang menjadi taipan dengan usahanya sendiri. Yang Guoqiang pernah mengatakan dia tidak mampu membayar uang sekolah saat remaja. Ia kemudia kembali bertani dan berhasil bersekolah dengan bantuan beasiswa.

Pada 2007, Yang Huiyan menjadi wanita terkaya di Asia setelah penawaran umum perdana pengembang di Hong Kong. Namun saat ini dia tidak lagi memegang sebutan itu.

Jatuhnya Bisnis Properti

Pandemi COVID-19 menggerogoti sektor properti Cina, dimulai dari raksasa properti Evergrande yang gagal bayar utang. Hal tersebut diketahui setelah otoritas Cina menindak utang berlebihan di sektor properti pada 2020.

Baca Juga: Yang Huiyan, Wanita Kaya Se-Asia yang Jatuh Bangkrut karena Krisis Properti
Indonesia Punya Utang Rp7.000 Triliun, Luhut: Itu Terkecil di Dunia

Pembeli properti di seluruh Cina sangat marah pada konstruksi yang lambat dan pengiriman properti yang tertunda. Mereka juga harus membayar kredit properti yang kemungkinan tidak akan mereka dapatkan. Selain itu, Country Garden Holdings juga terkena dampaknya. Saham perusahaan terus jatuh hingga 52 persen.

Dengan demikian gelar wanita terkaya di Asia yang disandang Huiyan beberapa tahun terakhir akan hilang. Posisi tersebut diganti oleh Fan Hongwei yang memiliki kekayaan bersih 11,2 miliar dolar AS.