Pasar Tunggu Data Inflasi AS, Rupiah Rabu Sore Melemah

Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta (Antarafoto/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)

Editor: Yoyok - Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada akhir transaksi Rabu (10/8) sore melemah 18 poin atau 0,12 persen menjadi Rp14.871 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.853 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan dolar menguat akibat pasar menunggu data inflasi AS sebagai pertimbangan bank sentral AS, Federal Reserve AS, mengeluarkan kebijakan bunga acuan.

“Diperkirakan inflasi AS lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun, pergerakan pasar uang sedikit mengarah ke atas, dan untuk rilis sebelumnya, reaksi lebih tidak terdengar daripada di pasar obligasi yang bergejolak,” ujar Ibrahim.

Selain itu, pasar juga terpengaruh oleh indeks harga konsumen (IHK) China bulan Juli yang naik 2,7 persen, laju tercepat sejak Juli 2020 dan lebih tinggi dari kenaikan 2,5 persen pada Juni, tetapi lebih rendah dari ekspektasi sejumlah ekonom, yakni 2,9 persen.

Namun, inflasi gerbang pabrik melorot ke level terlemah sejak Februari 2021, di tengah penurunan harga bahan baku karena aktivitas konstruksi yang lebih lambat. Indeks harga produsen (PPI) China meningkat 4,2 persen (yoy), setelah melejit 6,1 persen pada periode Juni.

Baca Juga: Pasar Tunggu Data Inflasi AS, Rupiah Rabu Sore Melemah
Dolar Keok di Asia, Rupiah Menguat Jadi Rp14.853 per Dolar AS

Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut kebijakan pemerintah tentang anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp502 triliun mendapat perhatian pasar.

“Meskipun demikian pemerintah masih memiliki nasib yang baik. Pasalnya di tahun 2022 ini, penerimaan meningkat karena mendapat rezeki nomplok dari kenaikan harga komoditas,” pungkasnya.

Video Terkait