Besok, Rupiah Kemungkinan Masih Akan Menguat, Imbas Inflansi Rendah AS

Ilustrasi rupiah (Pexels)

Editor: Yoyok - Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah di pasar spot diperkirakan masih akan menguat di rentang Rp14.740-Rp14.790 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (12/8). Hal ini didukung oleh melemahnya indeks dolar setelah inflasi Juli AS menurun dibandingkan bulan sebelumnya. 

Hari ini, Kamis (11/8), mata uang Garuda ditutup menguat 110 poin menjadi Rp14.765 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.870 per dolar AS.

"Pada perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Dia mengatakan indeks dolar jatuh setelah harga konsumen AS tidak berubah pada Juli dibandingkan dengan Juni, ketika harga naik 1,3 persen bulanan. "Inflasi Juli lebih rendah dari ekspektasi karena penurunan tajam dalam biaya bensin, menyebabkan pasar memposisikan ulang di tengah harapan bahwa inflasi AS memuncak," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, jika kenaikan harga telah mencapai puncaknya, investor berharap Federal Reserve AS tidak perlu mempertahankan laju kenaikan suku bunga yang sangat curam, yang telah mendukung dolar.

Baca Juga: Besok, Rupiah Kemungkinan Masih Akan Menguat, Imbas Inflansi Rendah AS
Pasar Tunggu Data Inflasi AS, Rupiah Rabu Sore Melemah

Ibrahim mengungkapkan pasar saat ini memperkirakan peluang 57,5 persen dari kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya, menurut alat Fedwatch CME, meskipun kenaikan 75 basis poin lainnya tetap mungkin. Pembuat kebijakan Fed juga memperingatkan dalam sambutan publik setelah data bahwa mereka akan terus memperketat kebijakan moneter sampai tekanan harga benar-benar pecah.

"Dengan inflasi yang rendah di AS, The Fed dinilai bisa mengerem laju pengetatan moneter, sehingga memperkuat sinyal Bank Indonesia (BI) tetap akan menahan suku bunga acuan, karena inflasi juga masih terjaga. Membuat daya beli masyarakat tetap stabil dan ekonomi nasional bisa to the moon. Ini bukti fundamental ekonomi stabil dan berimbas terhadap menguatnya mata uang rupiah," pungkas Ibrahim.

Video Terkait