Dibayang Resesi dan Inflasi, Masyarakat Bisa Investasi di SR017

Ilustrasi investasi. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Pemerintah mengelurkan penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk ritel seri SR017 kepada investor individu secara daring atau online (e-SBN) mulai Jumat (19/8/2022). SR017 memiliki kupon tetap atau fixed sebesar 5,9 persen dalam rangka mendukung upaya pendalaman pasar keuangan domestik.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) mengatakan tujuan penerbitan sukuk ritel seri SR017 untuk membantu pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia.

“Dan memperluas basis investor dalam negeri," tulis DJPPR Kemenkeu beberapa waktu lalu.

DJPPR Kemenkeu mengatakan bahwa penjualan SR017 bisa dilakukan secara daring. SR017 diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dengan jenis akad ijarah asset to be leased.

Menurut DJPPR Kemenkeu mengatakan masa penawaran sukuk tersebut dilakukan pada 19 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB hingga 14 September 2022 pukul 10.00 WIB. Sementara itu, tanggal setelmen ditetapkan pada 21 September 2022. 

SR017 ditawarkan dalam bentuk tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder mulai tanggal 11 Desember 2022 atau setelah berakhirnya minimum holding period, dengan tenor tiga tahun yang akan berakhir pada 10 September 2025. Pemerintah menawarkan tingkat imbalan/kupon tetap sebesar 5,90 persen per tahun.

DJPPR Kemenkeu mencatat nilai nominal per unit yang ditawarkan SR017 adalah Rp1 juta, dengan minimum pemesanan Rp1 juta hingga maksimal Rp5 miliar. Sementara kupon yang ditawarkan bersifat tetap dan dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulan.

Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan 31 mitra distribusi yang memiliki alat penghubung dengan sistem e-SBN, yakni Bank Central Asia (BCA), Bank CIMB Niaga, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank HSBC Indonesia, Bank Mandiri, Bank Maybank Indonesia, dan Bank Mega.

Kemudian, Bank Negara Indonesia (BNI)Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank UOB Indonesia, Citibank, Standard Chartered Bank, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Muamalat, BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, serta Bahana Sekuritas.

Lalu, Trimegah Sekuritas Indonesia, Bareksa Portal Investasi, Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+) Star Mercato Capitale (Tanamduit) Investree, Radhika Jaya Lunaria Annua Teknologi (Koinworks), Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku), dan Bibit Tumbuh Bersama.

PR & Corporate Communication Lead Bibit.id William, kepada Antaranews, menilai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk ritel seri 017 atau SR017 dapat menjadi salah satu alternatif investasi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dibayangi inflasi yang tinggi serta ancaman resesi karena imbal hasilnya yang stabil.

"SR017 menjadi pilihan yang tepat dalam berinvestasi karena imbal hasilnya yang tetap, dibayarkan secara rutin setiap bulan, lebih tinggi dari bunga deposito bank BUMN serta 100 dijamin oleh negara. Ini cocok untuk masyarakat yang ingin punya passive income yang stabil yang aman di tengah kondisi perekonomian saat ini," ujar William, Jumat (19/8/2022).

William mengatakan masyarakat yang membeli SR017 berarti turut berkontribusi dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta proyek infrastruktur di Indonesia. Masyarakat yang punya preferensi dalam berinvestasi dengan prinsip-prinsip syariah juga dapat melirik SR017.

"Berinvestasi sambil berkontribusi bagi pembangunan negeri merupakan wujud partisipasi aktif yang dapat dilakukan oleh para investor, termasuk generasi muda Indonesia saat ini. Pembayaran kupon yang dilakukan setiap bulan juga 100 persen dijamin oleh negara sehingga tidak ada risiko gagal bayar," kata William.