Besok, Rupiah Bakal Melemah, Bisa Bertengger di Atas Rp15 Ribu Dolar AS

Ilustrasi rupiah terhadap dolar AS di sebuah money changer (antarafoto)

Editor: Yoyok - Rabu, 21 September 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada penutupan perdagangan Rabu (21/9) sore kembali di bawah Rp15 ribu per dolar AS. Kurs rupiah sebelumnya sempat bertengger di Rp15.012 per dolar AS namun terus menurun menjadi Rp14.997 per dolar AS pada pukul 15.00 WIB, melemah 13 poin atau 0,09 persen. 

"Untuk perdagangan besok (22/9), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp14.980-Rp15.040 per dolar AS," kata analis keuangan PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi. 

Selain rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga melemah terhadap dolar AS, seperti yen Jepang turun 0,03 persen, dolar Hong Kong stagnan, dolar Singapura anjlok 0,31 persen, dolar Taiwan tergerus 0,30 persen, krown Korea ambyar 0,41 persen. Kemudian, peso Filipina ambyar 0,88 persen, rupee India terkoreksi 0,20 persen, yuan China anjlok 0,49 persen, dan baht Thailand tergerus 0,37 persen. Sedangkan ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat 0,02 persen.

Ibrahim menyebut pelemahan mata uang di kawasan Asia disebabkan dolar AS naik mendekati level tertinggi 20 tahun karena Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan ketegangan atas Ukraina dan para pedagang menunggu kenaikan suku bunga Federal Reserve yang substansial.

Dolar juga diuntungkan dari ekspektasi yang dipegang secara luas bahwa Federal Reserve AS akan mengumumkan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada hari Rabu karena upaya untuk memerangi inflasi yang sangat tinggi.

Konon, kenaikan poin persentase penuh tidak sepenuhnya mustahil karena indeks harga konsumen minggu lalu menunjukkan inflasi tetap mendekati level tertinggi 40 tahun. Ekspektasi ini mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS 2-tahun hingga 3,992 persen semalam, tertinggi sejak 2007, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik menjadi 3,604 persen, tertinggi sejak 2011.

Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim mengungkap kurs rupiah berhasil kembali di bawah Rp15 ribu per dolar AS karena sentimen positif dari Bank Pembangunan Asia (ADB) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5,4 persen dari perkiraan sebelumnya pada Juli 2022 sebesar 5,2 persen. Keputusan ADB untuk menaikkan proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ini dilakukan seiring momentum yang kuat di sisa tahun 2022.

Baca Juga: Besok, Rupiah Bakal Melemah, Bisa Bertengger di Atas Rp15 Ribu Dolar AS
Rupiah Rabu Siang Tembus Rp15 Ribu per Dolar AS, Pasar Tunggu Kebijakan Fed

Terlebih lagi, kondisi perekonomian Indonesia sudah cukup solid di sepanjang semester I 2022 dengan pertumbuhan sebesar 5,23 persen. Ada beberapa aspek yang dipercaya masih akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini adalah konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, hingga kunjungan wisatawan.

Sedangkan untuk investasi, tidak sekuat yang ADB kira akibat masih adanya ketidakpastian global, namun realisasinya juga tidak buruk sehingga masih mampu mendorong ekonomi.

Video Terkait