Akhir Pekan, Mata Uang Asia Berkibar, Rupiah Jadi Rp15.227 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah di antara dolar AS (Istimewa)

Editor: Yoyok - Jumat, 30 September 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Mata uang di kawasan Asia kompak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (30/9) sore. Rupiah yang sehari sebelumnya pekasa, hari ini kembali menguat 35 poin atau 0,23 persen menjadi Rp15.227 per dolar AS.

Sementara peso Filipina hingga pukul 15.00 WIB tercatat memimpin penguatan dengan naik 0,57 persen, kemudian krown Korea menguat 0,49 persen, yuan China menguat 0,48 persen, rupee India menanjak 035 persen, ringgit Malaysia naik 0,24 persen, dolar Taiwan menguat 0,20 persen, dolar Singapura naik 0,15 persen, baht Thailand naik 0,13 persen, dolar Hong Kong stagnan, dan yen Jepang naik 0,09 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan mayoritas mata uang di Asia karena indeks dolar AS melemah setelah terkena efek  intervensi Bank of England dan ekspektasi pengetatan agresif oleh Bank Sentral Eropa serta Bank Sentral Amerika.

Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim menyebut pernyataan Presiden Joko Widodo tentang inflasi Indonesia yang masih cukup terkendali di angka 4,6 persen dan lebih baik dibandingkan negara-negara lain membuat pasar menjadi tenang.

Baca Juga: Akhir Pekan, Mata Uang Asia Berkibar, Rupiah Jadi Rp15.227 per Dolar AS
Mayoritas Mata Uang di Asia Tersungkur, Rupiah Jadi Rp15.037 per Dolar AS

Menurut Presiden, terkendalinya inflasi tersebut antara lain disebabkan oleh keharmonisan hubungan antara otoritas pemegang fiskal, Menteri Keuangan dan bank sentral, Bank Indonesia yang berjalan beriringan, rukun, dan sinkron.

Jokowi effect membuat pasar kembali tenang dan ini manfaatkan oleh para spekulan untuk menjual dolar sehingga rupiah di akhir pekan kembali menguat tajam,” pungkas Ibrahim.

Video Terkait