Inggris Batalkan Pemangkasan Pajak, Rupiah Menguat Jadi Rp15.248 per Dolar

Ilustrasi: Lembaran dolar AS dan rupiah Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pri)

Editor: Yoyok - Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Mayoritas nilai tukar mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada Selasa (4/10) sore. Rupiah yang kemarin terjerembab, hari ini sejak pagi terus bergerak di zona positif. 

Rupiah ditutup menguat 55 poin atau 0,36 persen menjadi Rp15.248 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp15.303 per dolar AS.

Hingga pukul 15.00 WIB, hanya yen Jepang yang melemah 0,15 persen dan dolar Hong Kong yang stagnan. Sedangkan dolar Singapura naik 0,01 persen, dolar Taiwan perkasa 0,50 persen, krown Korea terbang 1,09 persen, peso Filipina menguat 0,54 persen.

Kemudian, rupee India menguat 0,36 persen, yuan China naik 0,13 persen, ringgit Malaysia naik 0,07 persen, dan baht Thailand perkasa 0,70 persen. 

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah mengalami penguatan lebih dikarenakan faktor eksternal terutama imbas kebijakan pemerintah Inggris yang membatalkan kebijakan pemangkasan pajak. 

“Hal itu menandakan bahwa reformasi terjadi besar-besaran di Inggris walaupun PDB kuartal ke-3 tidak terjadi kontraksi. Dengan demikian, maka Inggris dalam kondisi aman, walau ada inflasi yang tinggi mencapai 10 persen,” ujar Ibrahim.

Dia menambahkan, selain faktor Inggris, Eropa yang mencapai inflasi 10 persen mengindikasikan bahwa bank sentral Eropa akan melakukan hal yang agresif yang membuat indeks dolar AS melemah.

Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim menyebut inflasi September agak lebih rendah di bawah prediksi para ekonom karena kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dinilai mampu dalam bauran ekonomi. “Hal itulah yang membantu rupiah bisa menguat,” tegasnya.

Ibrahim menegaskan kurs rupiah dalam pekan ini bisa mengalami pelemahan yang signifikan karena efek dari Inggris bersifat sementara.

Baca Juga: Inggris Batalkan Pemangkasan Pajak, Rupiah Menguat Jadi Rp15.248 per Dolar
Rupiah Senin Sore Anjlok, Imbas Data Inflasi September

“Dalam jangka menengah dan jangka panjang indeks dolar masih akan kuat karena bank sentral Amerika dalam minggu ini akan melakukan pertemuan terkait kenaikan suku bunga yang bisa naik 75 bps,” katanya.

Apalagi inflasi AS September diprediksi bisa capai 8,5 persen yang membuat indeks dolar akan semakin meninggi. Ibrahim memprediksi rupiah bisa mencapai Rp14.000 per dolar AS dalam waktu dekat ini.

Video Terkait