Rupiah Kian Melemah Jadi Rp15.623 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah terhadap dolar AS di sebuah money changer (antarafoto)

Editor: Yoyok - Selasa, 25 Oktober 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada Selasa (25/10) sore anjlok 37 poin atau 0,24 persen menjadi Rp15.623 dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp15.586 per dolar AS

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, dolar Singapura turun 0,07 persen, dolar Taiwan anjlok 0,27 persen, rupee India turun 0,08 persen, dan yuan China ambles 0,60 persen.

Sementara yen Jepang naik 0,03 persen, dolar Hong Kong stagnan, krown Korea menguat 0,45 persen, peso Filipina menguat 0,14 persen, ringgit Malaysia naik 0,04 persen, dan baht Thailand naik 0,01 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan nilai tukar sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah disebabkan indeks dolar menguat di tengah tanda-tanda kenaikan suku bunga Federal Reserve, sementara sentimen risiko meningkat karena Rishi Sunak bersiap untuk menjadi perdana menteri Inggris.

Baca Juga: Rupiah Kian Melemah Jadi Rp15.623 per Dolar AS
Inflasi AS Diprediksi di Atas 8%, Rupiah Tumbang Jadi Rp15.361 per Dolar

“Dolar melemah sebelumnya setelah rilis IMP Komposit Global S&P bulan Oktober menunjukkan aktivitas bisnis AS berkontraksi untuk bulan keempat berturut-turut, sebuah indikasi bahwa pengetatan moneter agresif Fed memiliki dampak yang signifikan,” ujar Ibrahim.

Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim menyebut pelaku pasar terus memantau perkembangan realisasi belanja negara yang baru terserap 66,6 persen. “Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sampai dengan akhir September 2022 realisasi belanja negara mencapai Rp1.913,9 triliun atau baru terserap 61,6 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 yang sebesar Rp3.106,4 triliun,” papar Ibrahim.