Belanja Pemerintah Turun, Menkeu: Akibat Pengeluaran Pandemi Berkurang

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Kemenkeu)

Editor: Yoyok - Jumat, 11 November 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan belanja pemerintah yang terkontraksi sebesar 2,88 persen pada triwulan III 2022 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) disebabkan pengeluaran untuk pandemi Covid-19 berkurang.

"Penurunan belanja pemerintah karena tahun lalu pada kuartal kedua dan ketiga pengeluaran kami, terutama untuk jaring pengaman sosial dan untuk pengeluaran terkait pandemi meningkat sangat besar," kata Menkeu Sri Mulyani pada Bloomberg CEO Forum di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Menkeu menjelaskan kala itu Indonesia menghadapi Covid-19 varian Delta sehingga seluruh wilayah harus ditutup kembali, yang berimplikasi dikucurkannya tambahan jaring pengaman sosial. Karena itu kontraksi konsumsi pemerintah pada triwulan III tahun ini lebih kepada high based effect.

Apalagi, belanja rutin pemerintah terutama untuk infrastruktur, hingga belanja modal sumber daya manusia lainnya seperti pendidikan tetap tumbuh.

"Kami juga masih memiliki kuartal terakhir tahun ini, dimana ada peluang bagi semua kementerian untuk mengejar pengeluaran mereka," tuturnya.

Menkeu menegaskan pada tahun depan belanja negara akan dilakukan dengan hati-hati karena defisit fiskal sudah akan diturunkan menjadi 2,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Komitmen tersebut sudah disetujui dengan parlemen dan didasarkan pada asumsi yang dikalibrasi dengan cukup hati-hati.

Kendati demikian, Sri Mulyani mengaku akan terus selalu mempersiapkan segala kemungkinan, karena lingkungan global akan menjadi sangat dinamis, seperti harga komoditas terkadang terdapat kenaikan yang sangat tajam atau justru sebaliknya, misalnya minyak sawit dan batu bara.

"Jadi kami melihat bahwa volatilitas komoditas semacam ini perlu dikelola dengan hati-hati oleh kami, tetapi momentum pertumbuhan masih perlu dipertahankan dan saya pikir kami dapat melakukannya," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 mencapai 5,72 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Baca Juga: Belanja Pemerintah Turun, Menkeu: Akibat Pengeluaran Pandemi Berkurang
Tambahan Bansos Rp24,17 Triliun Tak Mengurangi Anggaran Subsidi BBM

Pencapaian kinerja pertumbuhan di kuartal III-2022 menunjukkan perekonomian Indonesia kian menguat dan menuju ke arah pemulihan.

Hanya saja konsumsi pemerintah di kuartal III-2022 mengalami kontraksi -2,88 persen  secara tahunan (yoy). Padahal, konsumsi pemerintah menjadi salah satu sebagai penyumbang utama yang memberikan andil 7,57 persen  kepada Produk Domestik Bruto.