Duh! Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol hingga Miliaran Rupiah

Ilustrasi uang rupiah (Pxhere)

Editor: Dera - Rabu, 16 November 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dikabarkan terjerat pinjaman online (pinjol). Hal tersebut dibenarkan oleh Polresta Bogor Kota, bahwa pihaknya telah menerima 2 laporan resmi dan 29 laporan pengaduan.

Dari pelaporan itu, 311 korban yang terjerat mengaku terpengaruh iming-iming keuntungan 10 persen jika ingin investasi di salah satu toko online, namun kenyataannya janji manis tersebut tak kunjung terlaksana. 

"Berdasarkan pelaporan pelapor atau korban, ini jumlah korban yang berhasil didata 311 orang dan itu sebagian besar, tidak semuanya, mahasiswa IPB. Terlapornya sama SAN," ujar Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan.

Pihaknya menjelaskan, total uang dari sebagian besar mahasiswa IPB yang diduga tertipu toko online SAN sebesar Rp2,1 miliar.

Rektor IPB Turun Tangan

Melihat hal tersebut, Rektor IPB Arif Satria mengatakan pihak kampus telah mempelajari kasus ini dan telah mengambil langkah cepat untuk menanganinya.

"Pertama, membuka posko pengaduan. Kedua, memilah-milah tipe kasus yang ada. Saat ini sedang kami petakan tipe masalahnya," kata Arif dalam keterangannya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, langka ketiga yaitu mempersiapkan bantuan hukum untuk mahasiswa yang tertipu usaha online dalam kasus pinjaman online ini. Keempat, IPB akan melakukan upaya peningkatan literasi keuangan untuk para mahasiswa.

Baca Juga: Duh! Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol hingga Miliaran Rupiah
Jelang KTT G20, Presiden Jokowi Luncurkan Dana Pandemi

Arif menuturkan, pihak IPB pun sedang dalam komunikasi dengan para mahasiswi dan mahasiswa yang diduga terjerat kasus ini. Berdasarkan informasi sementara, para mahasiswa diduga terpengaruh oleh kakak tingkatnya untuk masuk ke grup WhatsApp usaha penjualan online. Mereka diminta investasi ke usaha tersebut dengan keuntungan 10 persen per bulan dan meminjam modal dari pinjaman online.

Namun dalam perjalanannya, keuntungan tidak sesuai dengan cicilan yang harus dibayarkan kepada pinjaman online hingga para mahasiswa mulai resah saat ditagih debt collector ke rumahnya, di mana penagihan utangnya berkisar Rp3 juta-Rp13 juta.