IMF Akui Perang Ukraina Faktor Negatif Utama bagi Perekonomian Dunia

Logo Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund/IMF

Editor: Yoyok - Jumat, 18 November 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Kepala Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva mengakui bahwa perang di Ukraina adalah faktor tunggal dan terpenting yang mempengaruhi kondisi ekonomi global tahun ini, bahkan hingga tahun depan. 

Georgieva menegaskan perang telah merusak prospek pertumbuhan secara luas. 

"Kami menilai perang di Ukraina sebagai satu-satunya faktor negatif terpenting bagi perekonomian dunia tahun ini, kemungkinan besar juga tahun depan. Semua yang menyebabkan kecemasan tentu saja merusak prospek pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan di mana pun," kata bos IMF, seperti dikutip sejumlah media di sela-sela KTT G20 di Bali, beberapa hari lalu. 

Sebelumnya, IMF telah mengeluarkan peringatan tentang fragmentasi ekonomi global akibat perang Rusia-Ukraina.  IMF kemudian memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 menjadi hanya 2,7 persen. Untuk tahun 2022, IMF memprediksi ada pertumbuhan hingga 3,2 persen. 

Dalam laporan yang dirilis bulan Oktober, IMF mengakui bahwa angka tersebut menandai pertumbuhan terlemah sejak 2001 di luar krisis keuangan global dan fase akut pandemi Covid-19. 

"Kita pernah melihat kondisi ini karena Covid dan karena perang di Ukraina, rantai pasokan terganggu dan merusak pertumbuhan di dalam negeri dan internasional," lanjut Georgieva. 

Georgieva menyampaikan kekhawatiran munculnya blok yang memisahkan dunia. Menurutnya, dunia harus membayar lebih mahal lagi untuk memenuhi kebutuhannya. 

Georgieva menjadikan Asia dan Pasifik sebagai contoh wilayah yang terkena dampak dari perang dagang antara AS dan China. 

Baca Juga: IMF Akui Perang Ukraina Faktor Negatif Utama bagi Perekonomian Dunia
Jelang KTT G20, IMF Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram

Dua kawasan tersebut dapat kehilangan lebih dari 3 persen produk domestik bruto jika perdagangan dihentikan di sektor-sektor yang terkena sanksi chip AS terhadap China. 

"Kita harus memproyeksikan konsekuensi dari tindakan yang akan diambil dengan sangat hati-hati untuk mencegah kita masuk ke dunia yang miskin dan kurang aman," pungkasnya.