BI Beberkan Skenario Terburuk Ekonomi Dunia 2023, Hanya Tumbuh 2 Persen

Logo Bank Indonesia di halaman Kantor Pusat, Jakarta

Editor: Yoyok - Senin, 21 November 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan berdasarkan ketidakpastian global. BI menyebut pertumbuhan ekonomi tahun 2023 hanya mampu digenjot 2 persen.

Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo di hadapan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Gedung Parlemen, Jakarta Senin (21/11/2022).

"Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2022 diperkirakan 3,0 persen secara tahunan (YoY), dan pada tahun 2023 akan melambat menjadi 2,6 persen YoY. Namun, ada risiko terburuk ekonomi dunia turun lagi menjadi 2 persen secara yoy," ujar Perry Warjiyo.

Dijelaskan, potensi menurunnya ekonomi dunia seiring dengan risiko sejumlah negara yang mengalami perlambatan ekonomi dan juga resesi, terutama Amerika Serikat (AS) dan Eropa. 

Perry bahkan meneropong potensi resesi AS sudah mencapai 60 persen, demikian juga di Eropa. 

Selain itu, musim dingin pada tahun ini diperkirakan belum yang terburuk. Kondisi musim dingin makin memburuk pada tahun 2023, seiring dengan kondisi geopolitik yang masih terus memanas sehingga bisa makin mengganggu rantai pasok global.

Baca Juga: BI Beberkan Skenario Terburuk Ekonomi Dunia 2023, Hanya Tumbuh 2 Persen
Ngeri! IMF Ingatkan Ekonomi China Melambat Bakal Seret Ekonomi Asia

Kondisi ini juga diperparah dengan masih tingginya inflasi yang masih tinggi. Inflasi tinggi bersumber dari harga energi karena pasokan energi yang terganggu akibat perang Rusia dan kondisi geopolitik. Selain itu, inflasi pangan juga tinggi sehingga mengganggu kesejahteraan rakyat.

"Kita tidak tahu, kapan perang Rusia akan berakhir, belum lagi ketegangan dagang AS dan China makin memanas, kondisi Taiwan makin memanas, juga ada rencana lockdown di China diperpanjang hingga pertengahan tahun depan. Ini pengaruhi kondisi global," jelas Perry.