OECD Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat Jadi 2,2 Persen Pada 2023

Siapa bilang New York doang yang punya taman kota ditengah megahnya gedung-gedung? (Foto: Instagram/cindylauw)

Editor: Yoyok - Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global turun dari 3,1 persen tahun ini menjadi 2,2 persen pada 2023. 

Penurunan tersebut dipicu oleh lonjakan inflasi di sejumlah negara, demikian proyeksi OECD itu termuat dalam laporan Prospek Ekonomi (Economic Outlook) terbaru yang dipublikasikan pada Selasa (22/11/2022).

OECD menegaskan perekonomian global disebut menghadapi tantangan signifikan.

Pertumbuhan ekonomi telah kehilangan momentum akibat covid yang kemudian diperparah perang Rusia-Ukraina yang meningkatkan risiko utang negara miskin dan potensi krisis pangan di sejumlah kawasan.

OECD menyebut Asia akan menjadi mesin utama pertumbuhan pada 2023 dan 2024, sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan akan mengalami pertumbuhan yang sangat rendah.

Pasar negara berkembang utama di Asia diproyeksikan oleh OECD akan mencapai hampir tiga perempat dari pertumbuhan PDB global pada tahun 2023, sementara ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan akan melambat.

"Tertahan oleh harga energi dan makanan yang tinggi, kepercayaan yang lemah, berlanjutnya kemacetan pasokan dan dampak awal dari kebijakan moneter yang lebih ketat, pertumbuhan tahunan di kawasan euro pada 2023 diproyeksikan menjadi 0,5 persen," kata organisasi itu.

OECD memperkirakan perekonomian Amerika Serikat hanya akan tumbuh sebesar 0,5 persen pada tahun 2023, dibandingkan dengan 1,8 persen pada tahun 2022

Kepala Ekonom OECD Alvaro Santos Pereira mengatakan ekonomi global terguncang akibat krisis energi terbesar sejak 1970-an. Guncangan ini mendorong inflasi naik ke tingkat yang tidak terlihat selama beberapa dekade dan memukul pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Baca Juga: OECD Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat Jadi 2,2 Persen Pada 2023
Menkeu Beberkan Sektor Keuangan Indonesia, Tertinggal di Asean 5

"Skenario utama kami bukanlah resesi global, tetapi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia yang signifikan pada 2023, serta inflasi yang masih tinggi meskipun menurun di banyak negara," kata Santos Pereira.

Di lain sisi, kebijakan moneter ketat yang diterapkan sejumlah bank sentral dengan suku bunga tinggi, harga energi yang terus melambung, pertumbuhan pendapatan rumah tangga melemah, dan kepercayaan diri yang menurun bakal semakin melemahkan pertumbuhan ekonomi.

Video Terkait