Ekonomi Singapura Melambat pada Kuartal III/2022, Hanya Tumbuh 4,1 Persen

Patung Singa di Taman Merlion yang menjadi landmark Singapura. (pixabay/ monikawl999)

Editor: Yoyok - Rabu, 23 November 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Kementerian Perdagangan dan Industri (Ministry of Trade and Industry/MTI) Singapura mencatat produk domestik bruto (PDB) Singapura pada kuartal kuartal III/2022 secara year-on-year (yoy) hanya tumbuh 4,1 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal II/2022 yang tercatat sebesar 4,5 persen.

Bloomberg pada Rabu (23/11/2022) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Singapura tersebut lebih lambat dari proyeksi analis dalam survei sebesar 4,3 persen.

Perlambatan ini mendorong pemerintah untuk mempersempit proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 menjadi 3,5 persen dari kisaran 3-4 persen sebelumnya. 

Dibandingkan kuartal sebelumnya secara quarter to quarter (QtQ), PDB Singapura meningkat 1,1 persen, lebih buruk rendah dari proyeksi MTI sebesar 1,5 persen. 

Selain itu, data ekspor nonminyak untuk Oktober menunjukkan penurunan pertama dalam 23 bulan, menggarisbawahi kerentanan ekonomi yang bergantung pada ekspor. 

Singapura yang bergantung pada perdagangan mendapat tekanan dari penurunan permintaan global serta kebijakan moneter yang lebih ketat untuk menekan inflasi yang melonjak. 

Selain itu, Singapura juga dirugikan oleh pelemahan pertumbuhan konsumsi karena kebijakan Zero Covid China. 

Singapura juga menandai risiko terhadap stabilitas keuangan karena kenaikan suku bunga dan aliran modal yang memiliki implikasi bagi ekonomi regional. Otoritas moneter Singapura adalah salah satu yang paling awal untuk memulai kebijakan pengetatan tahun lalu 

Baca Juga: Ekonomi Singapura Melambat pada Kuartal III/2022, Hanya Tumbuh 4,1 Persen
G20 2022, Indonesia Ajak Dunia Berkolaborasi untuk Pulih Bersama

Ekonom Asean di Bloomberg Economics, Tamara Henderson mengatakan ekonomi Singapura akan menghadapi banyak tantangan tahun depan. 

"Pembukaan kembali ekonomi China kemungkinan diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ke ujung atas perkiraan pemerintah." ungkapnya. 

MTI bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat antara 0,5 persen dan 2,5 persen pada tahun 2023.

Video Terkait