Dolar Keok di Asia, Rupiah Perkasa Jadi Rp15.553 per Dolar AS

Ilustrasi dolar. (Foto: Unsplash)

Editor: Yoyok - Kamis, 1 Desember 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tersungkur terhadap mata uang di Asia di pasar spot pada perdagangan awal bulan Desember, Kamis (1/12/2022). 

Hingga pukul 15.00 WIB, yen Jepang perkasa 1,19 persen, dolar Hong Kong menguat 0,27 persen, dolar Singapura menguat 0,25 persen, dolar Taiwan menanjak 0,72 persen, won Korsel perkasa 1,42 persen. 

Kemudian, peso Filipina menanjak 0,73 persen, rupee India menguat 0,21 persen, yuan China menguat 0,31 persen, ringgit Malaysia menanjak 0,89 persen, dan baht Thailand menguat 0,26 persen.

Rupiah sendiri perkasa 179 poin atau 1,13 persen menjadi Rp15.553 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp15.732 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan mata uang di kawasan Asia karena indeks dolar tergelincir setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga di masa depan, meskipun data ekonomi yang lemah dari China menahan sentimen.

Selain itu, survei Eropa pada hari Rabu menunjukkan inflasi zona euro berkurang jauh lebih dari yang diharapkan pada bulan November, meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi telah melewati puncaknya dan memperkuat kasus pengetatan yang lebih lambat oleh Bank Sentral Eropa.

Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim menyebut rupiah mendapatkan sokongan dari keyakinan pemerintah bahwa Indonesia  kebal terhadap resesi global yang diprediksi akan terjadi di tahun 2023,  karena tingkat konsumsi dalam negeri yang cukup besar. 

Baca Juga: Dolar Keok di Asia, Rupiah Perkasa Jadi Rp15.553 per Dolar AS
Hore! Dolar Terkapar di Asia, Rupiah Naik Jadi Rp15.665 per Dolar AS

“Walaupun Indonesia kebal, namun, pemerintah tetap harus melakukan antisipasi agar Indonesia benar-benar tidak terdampak terlalu dalam,” ujar Ibrahim.

Selain itu, Bank Indonesia juga optimistis bahwa perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen pada 2022 di tengah tantangan risiko resesi yang menghantam dunia.