Hore! Rupiah Rabu Sore Perkasa Jadi Rp15.086 per Dolar AS

Ilustrasi: Lembaran dolar AS dan rupiah Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pri)

Editor: Yoyok - Rabu, 18 Januari 2023 | 16:30 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (18/1/2023) sore, menguat 78 poin atau 0,51 persen menjadi Rp15.087 dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp15.165 per dolar AS.

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas mata uang di Asia juga menguat terhadap dolar, di antaranya dolar Singapura naik 0,03 persen, dolar Taiwan naik 0,02 persen, won Korsel menguat 0,11 persen, peso Filipina menanjak 0,42 persen, rupee India menanjak 0,48 persen, ringgit Malaysia menguat 0,15 persen, dan baht Thailand naik 0,09 persen.

Analis pasar uang PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyatakan penguatan sejumlah mata uang di Asia, termasuk rupiah karena terseret  kebijakan bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), yang mempertahankan suku bunga pada tingkat yang sangat rendah. “Kebijakan ini mengalihkan ekspektasi pasar untuk pelebaran lebih lanjut dalam kebijakan tersebut,” ujar Ibrahim.

Bank sentral Jepang mempertahankan sikap akomodatifnya dan mengatakan akan terus melakukan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif, Hal ini menggambarkan kebijakan yang sebagian besar dovish bahkan dengan tren inflasi mendekati dua kali dari kisaran target tahunan bank.

Imbal hasil obligasi Jepang juga merosot setelah keputusan tersebut, mengingat bahwa pasar telah memperkirakan potensi berakhirnya kontrol kurva imbal hasil BOJ pada bulan Januari.

Fokus pekan ini juga tertuju pada serangkaian pembicara utama Federal Reserve AS, terutama pidato Wakil Ketua Lael Brainard pada Kamis. Sementara bank sentral AS secara luas diperkirakan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, pasar tidak yakin apakah itu akan cukup untuk mencegah perlambatan ekonomi.

Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim menyatakan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat dan pertumbuhan ekonomi China mendorong arus dana asing masuk atau capital inflow di pasar surat utang Asia, termasuk Indonesia. 

Capital inflow di pasar Surat Berharga Negara (SBN) Tanah Air terjadi di tengah arus keluar di pasar saham. Kondisi ini, menurut Bank Indonesia (BI), telah memperkuat pergerakan rupiah pada hari ini,” katanya.

Sementara itu, persepsi investor terhadap kondisi fundamental Indonesia yang masih positif. Bank Indonesia masih mencermati perkembangan global khususnya terkait perkembangan data di AS serta persepsi investor terhadap kondisi fundamental Indonesia yang masih positif.  Apalagi Pemerintah  merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang  Devisa Hasil Ekspor (DHE). Salah satunya soal aturan beberapa lama devisa parkir di dalam negeri. 

Baca Juga: Hore! Rupiah Rabu Sore Perkasa Jadi Rp15.086 per Dolar AS
Waduh, Rupiah Kian Terpuruk, Akhir Bulan Bisa Tembus Rp15.400 per Dolar AS

“Mungkinkah Jokowi Effect sedang terjadi? Kemarin memang ada koreksi, namun hari ini rupiah kembali menguat,” kata Ibrahim.

Selain itu, pelaku pasar mulai berekspektasi hasil pertemuan rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) pada Rabu dan Kamis (18-19 Januari 2023) menghasilkan kebijakan pelonggaran moneter atau menahan suku bunga acuan pada level 5,5 persen pada bulan ini sejalan dengan melandainya inflasi umum dan inti.  Sebagai catatan, inflasi umum tercatat 5,51 persen (yoy) pada 2022 sementara inflasi inti 3,36 persen (yoy). Laju inflasi tahun lalu jauh di bawah proyeksi sebelumnya yakni di kisaran 6-7 persen.