BI Naikkan Bunga Acuan, Rupiah Melemah Jadi Rp15.104 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah terhadap dolar AS di sebuah money changer (antarafoto)

Editor: Yoyok - Kamis, 19 Januari 2023 | 17:00 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (19/1/2023) sore, melemah 16 poin atau 0,11 persen menjadi Rp15.104 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp15.088 per dolar AS.

Analis pasar uang PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah disebabkan terseret kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Sedangkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25  bps menjadi 6,5 persen. 

Menurut Ibrahim, keputusan menaikkan suku bunga yang lebih terukur tersebut sebagai langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking. BI juga memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam kisaran 2-4 persen pada semester pertama 2023 dan inflasi IHK kembali kesasaran 2-4 persen pada semester kedua 2023.

Berdasarkan pengamatan para ekonom bahwa kenaikan suku bunga acuan lanjutan sebesar 25 basis poin merupakan langkah untuk menjaga inflasi yang saat ini sudah dalam tren menurun. Kenaikan suku bunga juga diperlukan untuk memastikan inflasi dapat kembali lebih cepat ke dalam target sasaran 2 hingga 4 persen. 

Baca Juga: BI Naikkan Bunga Acuan, Rupiah Melemah Jadi Rp15.104 per Dolar AS
Dolar Kembali Bangkit di Asia, Rupiah Anjlok Jadi Rp15.165 per Dolar AS

"Selain itu, juga sebagai antisipasi beberapa meeting bank-bank sentral besar dunia yang diperkirakan masih akan menaikan suku bunga acuannya sehingga dibutuhkan untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," pungkasnya.

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, dolar Hong Kong turun 0,05 persen, dolar Singapura melemah 0,23 persen, dolar Taiwan melemah 0,17 persen, peso Filipina turun 0,06 persen, rupee India melemah 0,13 persen, yuan China tergerus 0,33 persen, ringgit Malaysia turun 0,02 persen, dan baht Thailand melemah 0,16 persen.