Hasil Kajian: Resesi Global Perlahan Telah Berimbas ke Indonesia

Prdodusen Tahu naikkan harga akibat kenaikan BBM. (Sariagri/Arief L)

Editor: Yoyok - Senin, 23 Januari 2023 | 18:30 WIB

Sariagri - Lembaga kajian ekonomi Supply Chain Indonesia (SCI) menyatakan perlambatan ekonomi dan ancaman resesi global perlahan telah berimbas ke Indonesia. Salah satu indikasinya penurunan ekspor pada triwulan IV tahun 2022 karena penurunan permintaan dari sejumlah negara yang mengalami resesi. 

Chairman SCI, Setijadi mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), setelah mengalami nilai tertinggi pada Agustus 2022 sebesar 27,86 miliar dolar Amerika, nilai ekspor Indonesia berturut-turut turun pada empat bulan berikutnya hingga pada Desember sebesar 23,83 miliar dolar Amerika. "Nilai ekspor kembali naik dan nilai ekspor pada Desember sebesar USD 19,94 miliar," kata Setijadi di Jakarta, Senin (23/1/2023). 

Setijadi mengatakan, ancaman resesi dan inflasi global yang akan menurunkan daya beli masyarakat dan menekan perekonomian nasional harus diantisipasi dengan pengembangan rantai pasok barang dan komoditas nasional. "Pengembangan dan penguatan rantai pasok itu harus dilakukan secara sinergis, baik antar kementerian atau lembaga, maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Setijadi. 

Baca Juga: Hasil Kajian: Resesi Global Perlahan Telah Berimbas ke Indonesia
Kenapa RI Diramal Aman dari Resesi, Ini Sejumlah Alasan dari Peneliti CIPS

"Pemetaan rantai pasok suatu komoditas harus secara end-to-end dilengkapi dengan perancangan sistem logistik yang sesuai," tambahnya. 

Lebih jauh Setijadi mengatakan, kolaborasi dan sinergi juga diperlukan antara penyedia dan pengguna jasa logistik seperti perusahaan manufaktur dan retailer, serta operator infrastruktur logistik seperti pelabuhan dan bandara, "Untuk menjamin kelancaran proses distribusi barang dan komoditas," katanya.