Rupiah Awal Pekan Ini Masih Akan Tertekan Sentimen The Fed

Ilustrasi: Lembaran dolar AS dan rupiah Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pri)

Editor: Yoyok - Senin, 20 Juni 2022 | 09:30 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada awal pekan ini, Senin (20/6) pagi, dibuka melemah 17 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.841 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu Rp14.824 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, memperkirakan nilai tukar rupiah mungkin masih dalam tekanan terhadap dolar AS hari ini. 

“Sentimen the Fed ditambah kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan resesi mungkin masih membayangi pergerakan rupiah hari ini. Kedua sentimen tersebut masih mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS,” ujarnya.

Ariston memaparkan the Fed masih akan agresif menaikan suku bunga acuannya di sisa tahun ini, sementara kenaikan inflasi global masih belum surut karena perang di Ukraina dan mendorong Bank Sentral di dunia menaikan suku bunga acuannya. “Kenaikan suku bunga bisa menekan pertumbuhan dan ditambah inflasi tinggi, bisa memicu resesi,” katanya.

Sementara itu, dari dalam negeri, pasar masih menunggu respons Bank Indonesia (BI) terhadap kebijakan the Fed yang akan diumumkan pada Kamis pekan ini. 

Baca Juga: Rupiah Awal Pekan Ini Masih Akan Tertekan Sentimen The Fed
Rupiah Akhir Pekan Ini Diperkirakan Masih Akan Melemah

“Keputusan BI bisa mempengaruhi pergerakan rupiah ke depan. Bila sikap BI masih mempertahankan kebijakan yang lebih longgar dibandingkan the Fed, Rupiah bisa melemah lagi,” pungkasnya.

Menurut Ariston, potensi pelemahan rupiah hari ini ke kisaran Rp14.850 per dolar AS sementara support di kisaran Rp14.780-14.800 per dolar AS.

Video Terkait