Nilai Tukar Rupiah Berhasil Menguat Jadi Rp14.812 per Dolar AS

Ilustrasi mata uang rupiah terhadap dolar AS (Foto Antara)

Editor: Yoyok - Selasa, 21 Juni 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (21/6) sore, berakhir menguat 24 poin menjadi Rp14.812 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.836 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka d/h. PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan penguatan rupiah disebabkan dolar melemah terhadap mata uang lainnya karena investor mengawasi sikap dari bank sentral utama untuk mengekang inflasi.

“Bank sentral utama mengambil tindakan untuk menjinakkan inflasi dan menaikkan suku bunga telah menambah kekhawatiran investor tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, dari dalm negeri pelaku pasar mengapresiasi kinerja pemerintah tentang utang luar negeri yang menyusut di tengah banyak negara diambang kebangkrutan akibat konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan menjadikan harga komoditas melonjak. 

“Dengan lonjakan harga tersebut maka Indonesia mendapatkan keuntungan dan berkah. Sehingga berimbas terhadap utang pemerintah yang semakin sehat disebabkan oleh penurunan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ungkap Ibrahim.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Berhasil Menguat Jadi Rp14.812 per Dolar AS
Rupiah Senin Sore Berakhir Melemah Jadi Rp14.836 per Dolar AS

Menurut Ibrahim, hal tersebut menjadi kabar baik mengingat ke depan risiko akan melonjaknya utang menjadi sangat tinggi. Rasio utang terhadap PDB saat ini adalah 39 persen dengan nominal utang mencapai Rp7.040,32 triliun. 

“Dengan  penerimaan yang kuat dari lonjakan harga komoditas, rasio utang  terhadap PDB sebenarnya telah turun 13 persen. Dan ini merupakan prestasi tersendiri di zaman pemerintahan Joko Widodo yang penuh dengan gejolak akibat Covid-19,” pungkasnya.

Video Terkait