IHSG Dibuka Menguat, Inilah Saham-saham Rekomendasi Analis

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (Istimewa)

Editor: Yoyok - Rabu, 22 Juni 2022 | 09:30 WIB

Sariagri - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada perdagangan hari ini, Rabu (22/6), dibuka menguat 7,23 poin atau 0,1 persen ke posisi 7.051,3. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,53 poin atau 0,15 persen ke posisi 1.019,57.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan IHSG tetap bertahan di teritori positif, setelah kemarin kembali ditutup menguat 0,97 persen ke level 7.044.

"IHSG kemungkinan akan tetap menguat, karena ditutup di atas Fibonacci Retracement 61,8 persen dari Wave (i)," katanya.

Namun demikian, saat ini posisi IHSG masih berada di bawah garis support Moving Average 20-Day (MA20), dan bisa saja membentuk Wave [b] yang mengacu pada skenario alternatifnya.

Dia menyatakan, IHSG tetap memiliki potensi untuk melanjutkan fase penurunan, jika pergerakannya melemah ke bawah level support 6.950. Saat ini support IHSG di level 6.860, 6.795 dan 6.670, sedangkan resistance di posisi 7.079, 7.106 dan 7.173. "Indikator MACD dalam kondisi netral," ujar Ivan.

Hari ini Binaartha Sekuritas merekomendasikan pelaku pasar agar mencermati pergerakan harga saham BBCA, EMTK, EXCL, INCO, dan INDF.

Analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, memperkirakan pergerakan IHSG yang mampu berbalik arah menguat akan memperkuat posisinya untuk tetap bermain di atas level 7.000.

Yuganur menyatakan, rebound IHSG pada perdagangan sebelumnya disebabkan aksi jual yang terus mereda, sehingga memperkuat posisi di atas level 7.000. Namun, pelaku pasar direkomendasikan untuk melakukan aksi jual pada saat IHSG sedang menguji level 7.100.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Inilah Saham-saham Rekomendasi Analis
Asing Lego Saham MDKA, BBRI, BUMI, IHSG Berakhir Menguat

Saat ini KGI Sekuritas menetapkan level support IHSG di posisi 6.900, 6.850 dan 6.800, sedangkan resistance di level 7.100, 7.150 dan 7.200. 

"Direkomendasikan untuk melakukan akumulasi beli secara bertahap, dengan memperhitungkan cut-loss point," ucap Yuganur.

Pada perdagangan hari ini, Yuganur merekomendasikan investor untuk melakukan akumulasi pembelian saham CPIN, KLBF, BMRI, dan CTRA.

Video Terkait