Rupiah Masih Rentan Melemah Hari Ini

Ilustrasi rupiah terhadap dolar AS di sebuah money changer (antarafoto)

Editor: Yoyok - Selasa, 28 Juni 2022 | 09:30 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada awal transaksi Selasa (28/6) pagi dibuka melemah 31 poin atau 0,21 persen menjadi Rp14.828 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.797 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, memperkirakan nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS karena sentimen positif terhadap aset berisiko pagi ini di pasar Asia. 

“Indeks saham Asia bergerak positif pagi ini, sama seperti kemarin. Optimisme pasar terhadap aset berisiko ini bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah. Pergerakan dolar AS juga secara umum bergerak stabil dan sedikit tertekan terhadap nilai tukar utama dunia (major currency),” ujarnya.

Ariston menambahkan, tapi di sisi lain, rupiah juga masih rentan melemah karena faktor-faktor yang melemahkan seperti sentimen the Fed, kekhawatiran inflasi, dan resesi belum hilang. “Indonesia sendiri dihadapkan oleh kenaikan harga-harga pangan yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Menurut Ariston, potensi penguatan nilai tukar rupiah hari ini ke arah Rp14.770 per dolar AS dengan potensi pelemahan di kisaran Rp14.830 per dolar AS.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama rivalnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena berkurangnya ????ekspektasi inflasi mendorong penilaian ulang prospek kenaikan suku bunga yang agresif tetapi pasar yang bergejolak menahan penurunan yang lebih luas.

Taruhan kenaikan suku bunga yang agresif telah mendorong dolar dengan indeks naik ke level tertinggi hampir dua dekade di 105,79 awal bulan ini. Tetapi dengan beberapa indikator data frekuensi tinggi yang menunjukkan momentum ekonomi mulai mendingin dan penurunan harga-harga komoditas yang lebih luas, investor menjadi berhati-hati.

"Sulit bagi Wall Street untuk dengan percaya diri mengatakan ada titik terendah, jadi banyak pedagang masih mencari untuk memudarkan reli apa pun yang muncul," kata Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya.

Terhadap para pesaingnya, indeks dolar melemah 0,12 persen menjadi 103,9. Awal bulan ini, indeks dolar mencapai 105,79, tertinggi sejak akhir 2002.

Pasar berjangka memperkirakan para pedagang sekarang mengantisipasi suku bunga acuan Federal Reserve AS yang stabil di sekitar 3,5 persen dari Maret tahun depan, kemunduran dari perkiraan melonjak menjadi sekitar 4,0 persen pada 2023.

"Hari ini adalah hari konsolidasi," kata Kepala Strategi Pasar di Bannockburn Global Forex LLC.

"Saya pikir kami hanya menunggu lebih banyak data, dan data itu keluar pekan ini," tambahnya, menunjuk pada data yang diharapkan pada Jumat (1/7) yang merinci harga konsumen di zona euro.

Sementara itu, euro didukung oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan segera menaikkan suku bunga untuk pertama kali dalam lebih dari satu dekade.

"Semua orang menantikan kenaikan suku bunga pertama yang akan kita dapatkan dari ECB, dan saya pikir risiko kenaikan dovish memudar," kata Moya.

Euro menguat 0,27 persen pada 1,0587 dolar.

Euro memimpin kenaikan versus dolar karena forum tahunan Bank Sentral Eropa tentang bank sentral di Sintra, Portugal, berlangsung dengan Presiden ECB Christine Lagarde dan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menghadiri pertemuan tersebut. Pasar akan mengamati tanda-tanda pergerakan kebijakan di masa depan.

Mata uang komoditas berada di bawah tekanan pada Senin (27/6) karena data menunjukkan keuntungan di perusahaan industri China menyusut lagi, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat pada Mei setelah penurunan tajam pada April.

Baca Juga: Rupiah Masih Rentan Melemah Hari Ini
Dolar Kalah di Asia, Rupiah Senin Sore Jadi Rp14.797 per Dolar AS

Di tempat lain, rubel Rusia melemah di pasar antarbank karena Rusia menuju default atau gagal bayar pertama sejak revolusi Bolshevik seabad yang lalu.

Mata uang uang kripto tersandung, dengan uang kripto terbesar di dunia Bitcoin turun 1,7 persen diperdagangkan pada 20.810,34 dolar AS. Bitcoin jatuh ke level 17.588,88 dolar AS awal bulan ini.

Video Terkait