IHSG Dibuka Melemah, Manfaatkan Saham-saham Pilihan Analis Ini

Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia

Editor: Yoyok - Selasa, 28 Juni 2022 | 09:45 WIB

Sariagri - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/6), dibuka melemah 9,65 poin atau 0,14 persen ke posisi 7.006,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,83 poin atau 0,18 persen ke posisi 1.008,91.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih tertahan di fase koreksi minor, setelah kemarin dominan bermain di zona merah dan ditutup melemah 0,38 persen ke level 7.016.

"Saat ini IHSG sedang dalam koreksi minor dan berpeluang menguat menuju Fibonacci Retracement 85,4 persen dari Wave [a] di level 7.200 sebagai target Wave [b], selama IHSG masih ditutup di level 6.940 atau lebih," katanya.

Ivan menyebutkan IHSG memiliki level support di posisi 6.940, 6.905 dan 6.860, sedangkan resistance berada di level 7.100, 7.138 dan 7.200. "Berdasarkan indikator, MACD dalam kondisi bearish," ujarnya.

Pada perdagangan hari ini, Binaartha Sekuritas merekomendasikan pelaku pasar agar mencermati pergerakan harga saham ASII, BBCA, BBNI, EMTK, dan KLBF.

Analis PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya, menyatakan pergerakan IHSG pada perdagangan hari berpotensi rebound menuju target resistance terdekat. “Saat ini kisaran support-resistance berada di level 6.921-7.074,” katanya.

William mengatakan, pergerakan IHSG pada pekan terakhir semester I-2022 masih berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang tekanan yang cukup besar.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Manfaatkan Saham-saham Pilihan Analis Ini
IHSG Berakhir Naik, Saham BSIM, TKIM, BRMS Dilego Asing

Menurutnya, kondisi perekonomian domestik yang stabil dan kinerja emiten yang membaik selama semester pertama akan menopang laju IHSG . "Hari ini IHSG berpotensi menguat," ucapnya.

William menambahkan dengan adanya potensi terjadinya penguatan IHSG tersebut bisa dimanfaatkan pelaku pasar dengan mengoleksi saham INDF, ICBP, UNVR, BBCA, HMSP, TBIG, TLKM, JSMR, dan SMRA.

Video Terkait